StickyAd

Mengapa Setir Mobil di Indonesia Ada di Sebelah Kanan? Simak Sejarah dan Alasannya!

Mengapa Setir Mobil di Indonesia Ada di Sebelah Kanan? Simak Sejarah dan Alasannya!

Mengapa Setir Mobil di Indonesia Ada di Sebelah Kanan? Simak Sejarah dan Alasannya!

OtoHans - Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa saat kita berkendara di jalan raya Indonesia, posisi pengemudi selalu berada di sisi kanan dan mobil melaju di lajur kiri? Bagi kita, ini adalah rutinitas yang sangat normal. Namun, begitu kita berlibur ke Amerika Serikat atau negara-negara di Eropa daratan, pemandangannya berbalik 180 derajat.

Perbedaan posisi kemudi atau yang dikenal dengan istilah Left-Hand Drive (LHD) dan Right-Hand Drive (RHD) ini bukan sekadar masalah selera otomotif, melainkan sebuah warisan sejarah yang panjang. Mari kita bedah lebih dalam mengenai asal-usul dan alasan teknis di baliknya.

Sejarah Panjang Setir Kanan di Indonesia: Jejak Kolonial dan Pendudukan

Banyak yang mengira bahwa sistem lalu lintas kita murni mengikuti gaya Inggris. Padahal, sejarahnya jauh lebih kompleks dan melibatkan interaksi antarnegara penjajah di masa lalu.

1. Pengaruh Awal dari Belanda (Hindia Belanda)

Sejarah mencatat bahwa Belanda adalah pihak pertama yang membawa kendaraan bermotor dan aturan lalu lintas ke nusantara. Menariknya, pada awalnya, Belanda sebenarnya menggunakan sistem setir kanan. Oleh karena itu, ketika mereka menjajah Indonesia (saat itu bernama Hindia Belanda), mereka menularkan kebiasaan mengemudi di sisi kiri jalan dengan posisi setir di kanan.

2. Perubahan di Eropa Akibat Napoleon Bonaparte

Mengapa Belanda sekarang menggunakan setir kiri sedangkan Indonesia tetap kanan? Jawabannya ada pada sosok Napoleon Bonaparte. Saat Prancis menjajah Belanda di awal abad ke-19, Napoleon mewajibkan semua wilayah kekuasaannya untuk berpindah ke sistem setir kiri dan jalur kanan.

Meski Belanda akhirnya mengubah aturan di negaranya sendiri setelah merdeka dari Prancis, aturan tersebut tidak otomatis berubah di wilayah koloninya seperti Indonesia. Jarak yang jauh dan infrastruktur yang sudah terlanjur terbentuk membuat Indonesia tetap pada pola lama.

3. Pengukuhan oleh Jepang

Faktor penguat lainnya adalah masa pendudukan Jepang pada tahun 1942. Jepang merupakan negara yang secara tradisional menggunakan sistem setir kanan (jalur kiri). Kehadiran Jepang di Indonesia selama tiga setengah tahun memperkuat sistem yang sudah ada, sehingga pola berkendara ini mendarah daging hingga Indonesia merdeka.

baca juga:

Landasan Hukum dan Aturan Resmi di Indonesia

Sistem ini bukan hanya sekadar kebiasaan, melainkan sudah dipayungi oleh hukum yang kuat. Pemerintah Indonesia telah mengatur standarisasi ini demi ketertiban umum.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dinyatakan secara eksplisit bahwa kendaraan bermotor di Indonesia wajib berjalan di sisi kiri jalan. Hal ini secara otomatis menuntut posisi setir berada di sisi kanan guna memastikan pandangan pengemudi tetap optimal saat melihat kendaraan dari arah berlawanan.

Tahukah Anda? Selain Indonesia, negara-negara lain yang menggunakan sistem setir kanan antara lain adalah Inggris, Jepang, Australia, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Tercatat sekitar 35% populasi dunia mengemudi di jalur kiri.

Mengapa Setir Kanan Dianggap Lebih Aman di Indonesia?

Selain faktor sejarah yang kental, ada alasan teknis dan keamanan mengapa sistem Right-Hand Drive (RHD) ini tetap dipertahankan hingga sekarang:

  • Visibilitas Saat Mendahului: Dengan posisi setir di kanan, pengemudi memiliki sudut pandang yang lebih luas dan jelas terhadap kendaraan dari arah berlawanan saat hendak mendahului di jalur kanan.
  • Keamanan di Persimpangan: Dalam sistem lajur kiri, pengemudi di sisi kanan memiliki jarak pandang yang lebih baik terhadap arus lalu lintas utama saat akan berbelok atau masuk ke persimpangan.
  • Standar Ergonomi Wilayah: Karena mayoritas negara tetangga di Asia Tenggara (kecuali Filipina, Vietnam, dan Kamboja) menggunakan setir kanan, standarisasi ini memudahkan perdagangan otomotif dan integrasi infrastruktur lintas negara.

Warisan yang Menjadi Identitas

Perbedaan posisi setir antara Indonesia dan negara-negara seperti Amerika Serikat atau Jerman adalah bukti nyata bagaimana sejarah politik masa lalu dapat memengaruhi gaya hidup modern. Meskipun terlihat sederhana, sistem setir kanan adalah perpaduan antara warisan Belanda kuno, pengaruh Jepang, dan regulasi pemerintah yang kini menjadi identitas lalu lintas Indonesia.

Bagi Anda yang berencana bepergian atau menyewa mobil di luar negeri, sangat penting untuk memahami perbedaan ini agar tidak terjadi kesalahan fatal di jalan raya. Tetap waspada dan selalu patuhi rambu lalu lintas dimanapun Anda mengemudi!

About OtoHans

OtoHans | Click. Fix. Drive. adalah blog otomotif yang menyajikan informasi terbaru seputar mobil, motor, teknologi kendaraan, tips perawatan, review produk, hingga tren industri otomotif terkini. OtoHans menyajikan tips otomotif, perawatan motor dan mobil, serta solusi masalah kendaraan harian untuk pecinta otomotif di Indonesia maupun mancanegara. Temukan ulasan lengkap tentang mobil terbaru, motor sport, modifikasi, suku cadang, serta panduan servis kendaraan agar tetap prima di jalan.

0 Comments:

Posting Komentar