StickyAd

GWM: Baterai solid-state baru diproduksi massal 5 tahun lagi

GWM: Baterai solid-state baru diproduksi massal 5 tahun lagiMasa Depan Baterai Solid-State: Prediksi Realistis GWM dan Peta Jalan Teknologi EV 2030

Industri kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) saat ini tengah berada di ambang revolusi besar berkat kemunculan teknologi baterai solid-state (SSB). Teknologi ini digadang-gadang sebagai "cawan suci" otomotif karena menjanjikan jarak tempuh yang jauh lebih panjang, durasi pengisian daya yang sangat singkat, dan tingkat keamanan yang jauh lebih tinggi dibandingkan baterai lithium-ion cair konvensional.

Namun, di tengah euforia global, Ketua Great Wall Motor (GWM), Wei Jianjun (atau yang akrab disapa Jack Wei), memberikan pandangan yang lebih membumi dan realistis. Melalui analisis mendalam, GWM memperkirakan bahwa komersialisasi luas baterai solid-state masih membutuhkan waktu setidaknya lima tahun lagi untuk benar-benar siap mengisi pasar massal secara efisien.

Menakar Tantangan Teknis: Mengapa Baterai Solid-State Sulit Diproduksi Massal?

Meskipun secara teori baterai solid-state sangat unggul, proses transisi dari laboratorium ke jalur produksi pabrik menghadapi rintangan multifaset. Wei Jianjun menegaskan bahwa saat ini teknologi tersebut masih berada dalam tahap verifikasi mendalam untuk menjawab tantangan efisiensi biaya dan performa jangka panjang.

Fokus Riset pada Elektrolit Sulfida

GWM, melalui divisi risetnya, saat ini memfokuskan pengembangan pada teknologi berbasis sulfida. Mengapa sulfida? Material ini dianggap memiliki konduktivitas ionik yang paling mendekati elektrolit cair, sehingga mampu memberikan aliran listrik yang stabil.

Hingga saat ini, GWM telah mencapai tonggak sejarah penting:

  • Produksi Skala Kilogram: Berhasil memproduksi elektrolit padat sulfida dalam skala uji coba.

  • Purwarupa Sel 20 Ah: Pengembangan sampel sel baterai berkapasitas 20 Ampere-hour (Ah) sebagai basis pengujian performa.

Namun, Wei mengingatkan bahwa menciptakan sampel di laboratorium sangat berbeda dengan memproduksi jutaan unit dengan kualitas yang seragam. "Teknologi ini masih dalam fase pematangan. Kami akan terus meningkatkan investasi R&D untuk memastikan kemajuan signifikan dalam beberapa tahun ke depan," ungkapnya melalui akun Weibo pribadinya.

baca juga:

 

GWM: Baterai solid-state baru diproduksi massal 5 tahun lagi 

Peta Persaingan Global: GWM vs Raksasa Otomotif Lainnya

Dunia otomotif saat ini sedang dalam perlombaan senjata teknologi baterai. GWM tidak sendirian, dan tekanan dari kompetitor memaksa perusahaan untuk terus memutar otak.

Progres Svolt dan Perbandingannya dengan GAC hingga CALB

Anak perusahaan GWM, Svolt, sebenarnya telah mencuri start sejak tahun 2022 dengan memperkenalkan prototipe sel SSB berbasis sulfur. Sel ini memiliki densitas energi mencapai 350–400 Wh/kg—jauh melampaui baterai lithium-ion biasa yang rata-rata hanya berkisar di 250 Wh/kg. Hebatnya, sel ini telah lulus uji ekstrem seperti penetrasi paku dan ketahanan suhu hingga 200°C tanpa meledak.

Namun, kompetitor tampak melaju lebih agresif:

  • GAC Group: Dilaporkan telah menyelesaikan lini produksi uji coba untuk sel berkapasitas besar 60 Ah dan menargetkan produksi massal pada rentang 2027–2030.

  • CALB & Dreame: Kedua perusahaan ini juga telah memamerkan sel 60 Ah dengan densitas energi yang sangat kompetitif, memberikan sinyal bahwa pasar premium akan segera diperebutkan.

Bagi GWM, estimasi "lima tahun lagi" (sekitar tahun 2031) adalah target yang paling masuk akal agar teknologi ini tidak hanya canggih, tetapi juga murah bagi konsumen luas.

GWM: Baterai solid-state baru diproduksi massal 5 tahun lagi 

Strategi Transisi GWM: Antara Mesin Diesel V6 dan Baterai Cair-Padat

Sembari menunggu matangnya teknologi solid-state, GWM tidak ingin membatasi diri pada satu opsi saja. Strategi perusahaan cenderung diversif, menggabungkan kekuatan mesin konvensional dengan inovasi baterai transisi.

Inovasi Mesin ICE di Era Elektrik

Meskipun tren mengarah ke EV, GWM tetap berkomitmen pada pengembangan mesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE) yang efisien. Pada ajang CES 2026 di Las Vegas lalu, GWM mengejutkan publik dengan memamerkan:

  • Mesin Diesel V6 3 Liter: Dirancang untuk ketangguhan off-road dan daya tahan tinggi.

  • Mesin Bensin V8 4 Liter: Menargetkan segmen kendaraan mewah yang masih menginginkan sensasi tenaga mekanis murni.

Baterai Cair-Padat (Semi-Solid) sebagai Jembatan

Sebagai solusi antara (intermediate solution), GWM memperkenalkan baterai cair-padat (liquid-solid battery). Teknologi ini adalah campuran antara teknologi lama dan baru, menggunakan paket nikel-menengah dengan densitas energi 245 Wh/kg.

Data Implementasi Baterai Cair-Padat GWM:

  • Kapasitas: 100 kWh (Cocok untuk mobil penumpang kelas atas).

  • Kemampuan Pengisian 6C: Memungkinkan pengisian daya yang sangat cepat (mengisi hingga 80% dalam waktu kurang dari 10-15 menit).

  • Target Implementasi: Pemasangan volume tinggi dijadwalkan dimulai pada kuartal ketiga tahun 2026.

Mengapa Konsumen Harus Menunggu?

Langkah Great Wall Motor yang cenderung berhati-hati ini menunjukkan bahwa keamanan dan nilai ekonomi tetap menjadi prioritas utama di atas sekadar tren. Baterai solid-state memang menjanjikan masa depan di mana kita tidak lagi khawatir tentang jarak tempuh (range anxiety).

Namun, hingga tahun 2031 tiba, teknologi baterai cair-padat dan optimalisasi mesin ICE berperforma tinggi akan menjadi pilar utama GWM dalam melayani kebutuhan mobilitas global yang beragam. Bagi Anda yang menantikan revolusi total baterai, kesabaran adalah kunci, karena kualitas sejati membutuhkan waktu untuk diuji.

 

Ketua Great Wall Motor (GWM), Wei Jianjun, memberikan pandangan realistis mengenai masa depan teknologi baterai solid-state (SSB) di industri otomotif. Meskipun teknologi ini digadang-gadang sebagai masa depan kendaraan listrik, GWM memperkirakan bahwa penggunaan secara luas pada kendaraan dengan nilai komersial masih membutuhkan waktu setidaknya lima tahun lagi.

Saat ini, teknologi tersebut masih berada dalam tahap pengembangan dan verifikasi mendalam untuk memastikan kesiapannya di pasar massal. Tantangan besar dalam hal efisiensi biaya, keamanan, dan performa menjadi fokus utama perusahaan sebelum benar-benar melepas inovasi ini ke tangan konsumen global dalam skala besar.

1. Tantangan teknis dan pengembangan elektrolit sulfida


Dalam unggahan di akun Weibo pribadinya, Wei Jianjun atau yang akrab disapa Jack Wei menyoroti bahwa baterai solid-state masih menghadapi rintangan multifaset. Melansir dari carnewschina.com, GWM saat ini memfokuskan penelitiannya pada teknologi berbasis sulfida, di mana mereka telah mencapai kemampuan produksi elektrolit padat sulfida pada skala kilogram. Selain itu, perusahaan juga telah mengembangkan sampel sel baterai berkapasitas 20 Ah sebagai bagian dari purwarupa mereka.

Wei Jianjun menekankan bahwa perjalanan menuju komersialisasi masih panjang dan membutuhkan konsistensi tinggi. "Teknologi ini masih dalam pengembangan dan verifikasi," ungkap Wei Jianjun mengenai status terkini proyek baterai tersebut. Beliau juga menggarisbawahi bahwa perusahaan akan terus berinvestasi lebih banyak dalam riset dan pengembangan (R&D) guna mencapai kemajuan teknologi yang signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

2. Perbandingan progres dengan kompetitor di industri otomotif


Anak perusahaan GWM, Svolt, sebenarnya telah mengembangkan prototipe sel SSB berbasis sulfur 20 Ah pertama sejak tahun 2022 dengan densitas energi 350–400 Wh/kg. Sel tersebut bahkan telah lulus uji penetrasi paku dan uji suhu tinggi 200°C. Namun, setelah empat tahun berlalu, progres yang dicapai dirasa belum cukup untuk membawa teknologi ini ke lini produksi massal dalam waktu dekat, sehingga estimasi lima tahun ke depan menjadi target yang lebih masuk akal bagi GWM.

Di sisi lain, beberapa pesaing GWM tampak melaju lebih cepat dalam perlombaan teknologi ini. GAC Group dilaporkan menjadi perusahaan pertama yang menyelesaikan lini produksi baterai solid-state kapasitas besar dengan memproduksi sel 60 Ah dalam basis uji coba batch kecil, yang direncanakan untuk produksi massal pada 2027–2030. Pembuat baterai CALB serta perusahaan Dreame juga telah memamerkan sel 60 Ah mereka dengan densitas energi yang sangat kompetitif, memberikan tekanan lebih bagi GWM untuk mempercepat inovasi mereka.

3. Strategi diversifikasi mesin dan solusi baterai cair-padat


Meskipun industri otomotif sedang gencar beralih ke kendaraan energi baru, GWM dikenal dengan pendekatan yang sangat beragam. Sambil menunggu matangnya teknologi solid-state, perusahaan tetap melanjutkan pengembangan mesin pembakaran internal (ICE) berbahan bakar bensin dan diesel. Tahun ini, GWM bahkan berencana meluncurkan kendaraan dengan mesin diesel V6 3 liter dan mesin bensin V8 4 liter yang sempat dipamerkan pada ajang CES 2026 di Las Vegas.

Sebagai solusi antara sebelum baterai solid-state sepenuhnya siap, GWM memperkenalkan teknologi baterai cair-padat (liquid-solid battery). Teknologi terbaru ini menggunakan paket nikel-menengah yang dirancang untuk mobil penumpang kelas menengah ke atas dengan densitas energi 245 Wh/kg. GWM berbagi informasi bahwa mereka akan memulai pemasangan volume tinggi untuk baterai cair-padat 100 kWh dengan kemampuan pengisian daya 6C pada kuartal ketiga tahun ini, sebagai langkah transisi yang lebih konkret bagi konsumen saat ini.

GWM Bangun Pabrik Baru di Brasil, Kapasitas 200 Ribu Unit

About OtoHans

OtoHans | Click. Fix. Drive. adalah blog otomotif yang menyajikan informasi terbaru seputar mobil, motor, teknologi kendaraan, tips perawatan, review produk, hingga tren industri otomotif terkini. OtoHans menyajikan tips otomotif, perawatan motor dan mobil, serta solusi masalah kendaraan harian untuk pecinta otomotif di Indonesia maupun mancanegara. Temukan ulasan lengkap tentang mobil terbaru, motor sport, modifikasi, suku cadang, serta panduan servis kendaraan agar tetap prima di jalan.

0 Comments:

Posting Komentar