Panduan Beli Mobil Bekas: 3 Ciri Kerusakan Fatal yang Bisa Dideteksi Langsung dari Setir
OtoHans - Membeli mobil bekas (seken) ibarat mencari harta karun;
jika jeli, Anda bisa mendapatkan unit berkualitas dengan harga miring. Namun,
risiko mendapatkan mobil "capek" juga sangat besar. Oleh karena itu,
inspeksi menyeluruh wajib dilakukan. Calon pembeli tidak boleh hanya terpaku
pada mulusnya cat bodi, suara mesin, atau fungsi elektrikal saja. Bagian
krusial yang sering luput dari perhatian pemula adalah sistem suspensi dan
kaki-kaki.
Menariknya, Anda tidak selalu membutuhkan alat hidrolik
untuk mendeteksi kerusakan pada area bawah mobil. Kondisi kesehatan kaki-kaki
dan sistem kemudi sebenarnya bisa dirasakan dengan sangat mudah hanya melalui
genggaman tangan pada lingkar kemudi (setir). Itulah mengapa, melakukan test drive bukan sekadar
formalitas, melainkan langkah krusial sebelum melakukan transaksi.
Berikut adalah 3 tanda kerusakan umum yang sering
terjadi pada mobil bekas yang bisa Anda deteksi langsung dari respon setir saat
dikemudikan.
Mengapa Setir Menjadi Indikator Utama Kesehatan Mobil?
Sebelum masuk ke gejalanya, penting untuk dipahami bahwa
setir terhubung langsung dengan komponen steering rack, tie rod, hingga ke roda. Setiap ketidaknormalan pada
putaran ban, kondisi velg (pelek), atau keausan suku cadang di area roda akan
langsung memberikan respons balik (feedback) ke kolom kemudi.
baca juga:
- Mengapa mobil turbo kadang terasa telat saat digas? Ini penyebab turbo lag dan cara mengatasinya
- Lap Microfiber vs Kain Kanebo: Mana yang Lebih Cepat Menyerap Air?
- Cara Menghilangkan Sisa Lem Stiker Tanpa Rusak Cat Mobil
- 5 Alasan Mobil Bekas Jadi Pilihan Utama Saat Mudik
- Jangan Anggap Sepele, 5 Penyebab Tekanan Ban Mobil Turun Saat Terparkir Lama
- Otomotif hack: trik supaya mesin lebih ringan saat full muatan
- 7 tips menghadapi kemacetan saat mudik Lebaran, lebih tenang
- Mau mudik jauh naik motor? Persiapan penting ini wajib dilakukan!
- 5 faktor yang membuat aki motor cepat tekor di lalu lintas macet
- Stop Kebiasaan "Betot Gas" Saat Lampu Hijau! Ini 3 Kerugian Finansial dan Teknis yang Mengintai Anda
3 Gejala Kerusakan Mobil Bekas dari Setir
Jika saat melakukan test drive Anda merasakan salah satu dari tiga gejala
di bawah ini, bersiaplah untuk melakukan negosiasi harga atau menyiapkan budget ekstra untuk perbaikan
suku cadang.
1. Setir Terasa Bergetar Hebat Saat Kecepatan Tinggi
Gejala pertama ini paling mudah dirasakan saat Anda
menguji mobil di jalan bebas hambatan atau jalan tol. Saat melaju di kecepatan
rendah, mobil terasa normal. Namun, begitu jarum speedometer menyentuh angka 80
km/jam hingga 100 km/jam, timbul getaran-getaran aneh pada setir yang semakin
hebat seiring bertambahnya kecepatan.
Penyebab
dan Solusinya: Menurut Andy, pakar otomotif dari bengkel Sinar Sakti di
kawasan Tebet, Jakarta Selatan, masalah ini umumnya bersumber dari area roda.
"Ini biasanya harus dilakukan pengecekan dahulu, bisa karena kerusakan
pada pelek, dan bisa juga karena roda yang permukaannya tidak rata,"
jelasnya.
·
Pelek Peyang: Sering menghantam lubang dalam kecepatan
tinggi bisa membuat pelek bengkok (peyang), sehingga putaran roda tidak lagi
presisi.
·
Ban Benjol atau Aus Tidak Rata: Kawat ban yang putus
di bagian dalam bisa menyebabkan permukaan ban bergelombang.
·
Solusi: Anda wajib melakukan balancing roda. Jika pelek
sudah rusak parah, opsi terbaik adalah melakukan press pelek atau menggantinya dengan yang baru demi
keselamatan.
2. Timbul Getaran Kasar pada Setir Saat Menginjak Rem
Pernahkah Anda melaju kencang, lalu ketika menginjak
pedal rem, setir tiba-tiba bergetar seirama dengan injakan pedal? Semakin dalam
rem diinjak, getarannya terasa semakin meresahkan.
Penyebab
dan Solusinya: Kasus ini hampir bisa dipastikan berasal dari masalah pada
sistem pengereman, tepatnya pada piringan cakram (disc brake). "Hal ini biasanya karena disk rem
yang sudah bergelombang," tambah Andy. Piringan cakram yang melengkung
atau bergelombang (biasanya karena mobil sering dicuci saat piringan cakram
masih sangat panas) akan membuat kampas rem mencengkeram dengan tidak stabil.
Ketidakstabilan inilah yang merambat naik hingga ke setir.
·
Solusi Sementara: Melakukan bubut cakram di bengkel
spesialis agar permukaannya kembali rata dan lurus.
·
Solusi Permanen: Jika piringan sudah terlalu tipis,
sangat disarankan untuk membeli suku cadang disc brake baru.
·
Catatan Penting: Andy juga menegaskan, jika setir
bergetar saat mobil berjalan normal (bukan saat direm), maka fokus perbaikan
harus kembali diarahkan pada komponen kaki-kaki atau ban.
baca juga:
3. Mobil "Menarik" ke Satu Sisi dan Setir Bergetar Saat Dilepas
Cara mendeteksi gejala ketiga ini adalah dengan mencari
jalanan lurus dan sepi yang permukaannya rata. Saat melaju di kecepatan sedang,
lepaskan genggaman tangan dari setir sedetik saja. Jika setir langsung bergetar
atau mobil otomatis membelok (menarik) ke arah kanan atau kiri dengan
sendirinya, ada masalah pada keselarasan kaki-kaki.
Penyebab
dan Solusinya: Penyakit ini memiliki beberapa tingkat keparahan, mulai dari
yang paling sepele hingga yang menguras kantong:
·
Tekanan Angin Tidak Seimbang: Hal paling sepele. Cek
apakah tekanan angin ban kiri dan kanan sudah sesuai standar pabrikan.
·
Sudut Roda Tidak Selaras: Keselarasan sudut Camber, Caster, dan Toe sudah bergeser akibat
usia pakai atau sering melewati jalan rusak.
·
Kerusakan Komponen Kemudi: Ini adalah skenario
terburuk. Komponen vital seperti Rack Steer, Tie Rod, atau Ball Joint mungkin sudah oblak dan aus.
Solusi: Langkah penanganan pertama adalah melakukan Spooring secara rutin. Namun, sebelum spooring dilakukan, teknisi biasanya akan mengecek kondisi suku cadang di area kolong. Jika ada part yang oblak, komponen tersebut wajib diganti terlebih dahulu agar proses spooring tidak sia-sia.
Mendeteksi kerusakan melalui setir adalah trik mekanik
jadul yang masih sangat relevan hingga hari ini. Jika Anda menemukan ketiga
gejala di atas saat test drive,
jangan terburu-buru membatalkan pembelian jika harga mobil ditawarkan sangat
murah. Jadikan temuan tersebut sebagai senjata utama Anda untuk menawar harga
agar sesuai dengan biaya perbaikan kaki-kaki yang akan Anda keluarkan nantinya.
Pastikan Anda selalu menggunakan spare part berkualitas agar kenyamanan berkendara
kembali optimal!




0 Comments:
Posting Komentar