StickyAd

Panduan Beli Mobil Bekas: 3 Ciri Kerusakan Fatal yang Bisa Dideteksi Langsung dari Setir

Panduan Beli Mobil Bekas: 3 Ciri Kerusakan Fatal yang Bisa Dideteksi Langsung dari Setir

Panduan Beli Mobil Bekas: 3 Ciri Kerusakan Fatal yang Bisa Dideteksi Langsung dari Setir

OtoHans - Membeli mobil bekas (seken) ibarat mencari harta karun; jika jeli, Anda bisa mendapatkan unit berkualitas dengan harga miring. Namun, risiko mendapatkan mobil "capek" juga sangat besar. Oleh karena itu, inspeksi menyeluruh wajib dilakukan. Calon pembeli tidak boleh hanya terpaku pada mulusnya cat bodi, suara mesin, atau fungsi elektrikal saja. Bagian krusial yang sering luput dari perhatian pemula adalah sistem suspensi dan kaki-kaki.

Menariknya, Anda tidak selalu membutuhkan alat hidrolik untuk mendeteksi kerusakan pada area bawah mobil. Kondisi kesehatan kaki-kaki dan sistem kemudi sebenarnya bisa dirasakan dengan sangat mudah hanya melalui genggaman tangan pada lingkar kemudi (setir). Itulah mengapa, melakukan test drive bukan sekadar formalitas, melainkan langkah krusial sebelum melakukan transaksi.

Berikut adalah 3 tanda kerusakan umum yang sering terjadi pada mobil bekas yang bisa Anda deteksi langsung dari respon setir saat dikemudikan.

Mengapa Setir Menjadi Indikator Utama Kesehatan Mobil?

Sebelum masuk ke gejalanya, penting untuk dipahami bahwa setir terhubung langsung dengan komponen steering rack, tie rod, hingga ke roda. Setiap ketidaknormalan pada putaran ban, kondisi velg (pelek), atau keausan suku cadang di area roda akan langsung memberikan respons balik (feedback) ke kolom kemudi.

baca juga:

3 Gejala Kerusakan Mobil Bekas dari Setir

Jika saat melakukan test drive Anda merasakan salah satu dari tiga gejala di bawah ini, bersiaplah untuk melakukan negosiasi harga atau menyiapkan budget ekstra untuk perbaikan suku cadang.

1. Setir Terasa Bergetar Hebat Saat Kecepatan Tinggi

Gejala pertama ini paling mudah dirasakan saat Anda menguji mobil di jalan bebas hambatan atau jalan tol. Saat melaju di kecepatan rendah, mobil terasa normal. Namun, begitu jarum speedometer menyentuh angka 80 km/jam hingga 100 km/jam, timbul getaran-getaran aneh pada setir yang semakin hebat seiring bertambahnya kecepatan.

Penyebab dan Solusinya: Menurut Andy, pakar otomotif dari bengkel Sinar Sakti di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, masalah ini umumnya bersumber dari area roda. "Ini biasanya harus dilakukan pengecekan dahulu, bisa karena kerusakan pada pelek, dan bisa juga karena roda yang permukaannya tidak rata," jelasnya.

·         Pelek Peyang: Sering menghantam lubang dalam kecepatan tinggi bisa membuat pelek bengkok (peyang), sehingga putaran roda tidak lagi presisi.

·         Ban Benjol atau Aus Tidak Rata: Kawat ban yang putus di bagian dalam bisa menyebabkan permukaan ban bergelombang.

·         Solusi: Anda wajib melakukan balancing roda. Jika pelek sudah rusak parah, opsi terbaik adalah melakukan press pelek atau menggantinya dengan yang baru demi keselamatan.

2. Timbul Getaran Kasar pada Setir Saat Menginjak Rem

Pernahkah Anda melaju kencang, lalu ketika menginjak pedal rem, setir tiba-tiba bergetar seirama dengan injakan pedal? Semakin dalam rem diinjak, getarannya terasa semakin meresahkan.

Penyebab dan Solusinya: Kasus ini hampir bisa dipastikan berasal dari masalah pada sistem pengereman, tepatnya pada piringan cakram (disc brake). "Hal ini biasanya karena disk rem yang sudah bergelombang," tambah Andy. Piringan cakram yang melengkung atau bergelombang (biasanya karena mobil sering dicuci saat piringan cakram masih sangat panas) akan membuat kampas rem mencengkeram dengan tidak stabil. Ketidakstabilan inilah yang merambat naik hingga ke setir.

·         Solusi Sementara: Melakukan bubut cakram di bengkel spesialis agar permukaannya kembali rata dan lurus.

·         Solusi Permanen: Jika piringan sudah terlalu tipis, sangat disarankan untuk membeli suku cadang disc brake baru.

·         Catatan Penting: Andy juga menegaskan, jika setir bergetar saat mobil berjalan normal (bukan saat direm), maka fokus perbaikan harus kembali diarahkan pada komponen kaki-kaki atau ban.

baca juga: 

  • Benarkah aki lebih cepat soak di daerah dingin?
  • Mengapa Mobil Anda "Menelan" Oli? Perspektif Teknis dari Ruang Mesin
  • 4 perbedaan oli gardan dan oli transmisi, jangan keliru! 
  • Kenapa oli mesin cepat menghitam, apakah tanda mesin bermasalah? 
  • 5 faktor yang bikin tarikan mobil terasa berat saat AC nyala 
  • Benarkah mengemudi tanpa menghidupkan AC bikin cepat lelah?
  • Macet Parah: Matikan Mesin Mobil, Solusi Hemat Bensin?
  • Panas Memicu Amarah Pengemudi    
  • Mengenal fungsi glasswool dan dampaknya terhadap performa kendaraan  
  • Jangan Sering Membanting Pintu Mobil! Ini 3 Alasan Kenapa Power Window Bisa Cepat Rusak   
  • 3. Mobil "Menarik" ke Satu Sisi dan Setir Bergetar Saat Dilepas

    Cara mendeteksi gejala ketiga ini adalah dengan mencari jalanan lurus dan sepi yang permukaannya rata. Saat melaju di kecepatan sedang, lepaskan genggaman tangan dari setir sedetik saja. Jika setir langsung bergetar atau mobil otomatis membelok (menarik) ke arah kanan atau kiri dengan sendirinya, ada masalah pada keselarasan kaki-kaki.

    Penyebab dan Solusinya: Penyakit ini memiliki beberapa tingkat keparahan, mulai dari yang paling sepele hingga yang menguras kantong:

    ·         Tekanan Angin Tidak Seimbang: Hal paling sepele. Cek apakah tekanan angin ban kiri dan kanan sudah sesuai standar pabrikan.

    ·         Sudut Roda Tidak Selaras: Keselarasan sudut Camber, Caster, dan Toe sudah bergeser akibat usia pakai atau sering melewati jalan rusak.

    ·         Kerusakan Komponen Kemudi: Ini adalah skenario terburuk. Komponen vital seperti Rack Steer, Tie Rod, atau Ball Joint mungkin sudah oblak dan aus.

    Solusi: Langkah penanganan pertama adalah melakukan Spooring secara rutin. Namun, sebelum spooring dilakukan, teknisi biasanya akan mengecek kondisi suku cadang di area kolong. Jika ada part yang oblak, komponen tersebut wajib diganti terlebih dahulu agar proses spooring tidak sia-sia.

    Mendeteksi kerusakan melalui setir adalah trik mekanik jadul yang masih sangat relevan hingga hari ini. Jika Anda menemukan ketiga gejala di atas saat test drive, jangan terburu-buru membatalkan pembelian jika harga mobil ditawarkan sangat murah. Jadikan temuan tersebut sebagai senjata utama Anda untuk menawar harga agar sesuai dengan biaya perbaikan kaki-kaki yang akan Anda keluarkan nantinya. Pastikan Anda selalu menggunakan spare part berkualitas agar kenyamanan berkendara kembali optimal!

     



     

    About OtoHans

    OtoHans | Click. Fix. Drive. adalah blog otomotif yang menyajikan informasi terbaru seputar mobil, motor, teknologi kendaraan, tips perawatan, review produk, hingga tren industri otomotif terkini. OtoHans menyajikan tips otomotif, perawatan motor dan mobil, serta solusi masalah kendaraan harian untuk pecinta otomotif di Indonesia maupun mancanegara. Temukan ulasan lengkap tentang mobil terbaru, motor sport, modifikasi, suku cadang, serta panduan servis kendaraan agar tetap prima di jalan.

    0 Comments:

    Posting Komentar