
Chery Buka Blind Order Exeed EX7: SUV Listrik Premium dengan Teknologi Rem Masa Depan
Pabrikan otomotif asal Tiongkok, Chery, resmi memulai tahap awal pemasaran SUV premium terbarunya, Exeed EX7. Model ini diposisikan sebagai kendaraan global yang dikembangkan dari basis Exlantix ET, sekaligus menjadi langkah strategis sebelum peluncuran resminya di pasar China pada pertengahan April 2026.
Langkah ini bukan sekadar peluncuran produk biasa. EX7 hadir dengan berbagai inovasi teknologi yang belum umum ditemukan di mobil produksi massal—terutama sistem pengereman elektronik penuh yang disebut-sebut setara standar industri penerbangan.
Blind Order Dibuka Secara Global: Strategi Awal Mengukur Minat Pasar
Chery memulai penjualan awal melalui skema blind order, yaitu sistem pemesanan tanpa pengumuman harga resmi. Dalam tahap ini, konsumen cukup membayar deposit sebesar 999 yuan (sekitar Rp2,5 juta).
Menariknya, deposit tersebut bukan sekadar tanda jadi. Saat pembelian resmi nanti, pelanggan akan mendapatkan potongan harga sebesar 2.999 yuan (sekitar Rp7,3 juta). Artinya, ada insentif finansial bagi konsumen yang berani memesan lebih awal.
Mengapa Blind Order Penting?
Strategi blind order sering digunakan oleh produsen otomotif modern untuk:
• Mengukur antusiasme pasar sebelum harga diumumkan
• Mengumpulkan data minat konsumen secara real-time
• Membangun buzz atau hype sebelum peluncuran resmi
Sebagai ilustrasi, metode ini juga digunakan oleh beberapa produsen kendaraan listrik global untuk memastikan kapasitas produksi sesuai dengan permintaan awal.
Dimensi dan Posisi di Pasar
EX7 diposisikan sebagai SUV premium lima penumpang dengan ukuran yang cukup besar. Salah satu angka penting adalah jarak sumbu roda mencapai 3.000 mm, yang biasanya identik dengan:
• Kabin lebih lega
• Stabilitas berkendara lebih baik
• Kenyamanan maksimal untuk perjalanan jarak jauh
Dengan dimensi tersebut, EX7 akan bersaing langsung di segmen SUV listrik menengah ke atas yang semakin ramai secara global.
baca juga:
- Polytron G3 mulai dilirik, penjualan mobil listrik lokal tembus ratusan unit di 2025
- Chery KP31: Pick-up Hybrid Diesel Tangguh yang Mengancam Hilux dan Triton
- BYD Rilis Sedan Listrik Mewah Yangwang U7 dengan Jarak Tempuh 1.006 KM
- Mobil Hybrid Terjangkau di IIMS 2026, XL7 dan Veloz Hybrid Jadi Pusat Perhatian
- Xiaomi SU7 terbaru meluncur, sedan listrik canggih dengan jarak tempuh tembus 900 km
- Bocoran EV Lamborghini sebelum dirilis ke pasaran
- Intip Xpeng GX, SUV canggih yang segera diluncurkan
- Xiaomi SU7 generasi baru meluncur, ini kelebihannya!

Teknologi Rem Aviation-Grade: Tanpa Sistem Hidrolik
Salah satu fitur paling revolusioner dari Exeed EX7 adalah sistem pengeremannya. Mobil ini menggunakan teknologi Electronic-Mechanical Braking (EMB), yang menghilangkan sistem hidrolik konvensional.
Apa Itu EMB?
Pada mobil biasa, sistem pengereman bekerja dengan fluida (cairan rem) yang menyalurkan tekanan dari pedal ke kaliper. Namun pada EMB:
• Tidak ada cairan rem
• Tidak ada sistem hidrolik
• Semua dikendalikan oleh sinyal elektronik
Setiap roda memiliki aktuator elektrik sendiri yang langsung merespons input dari pedal.
Keunggulan Dibanding Sistem Konvensional
Teknologi ini menawarkan beberapa peningkatan signifikan:
• Respons lebih cepat: karena sinyal elektronik bekerja hampir instan
• Presisi tinggi: distribusi gaya pengereman bisa diatur secara individual di tiap roda
• Minim perawatan: tidak ada risiko kebocoran fluida atau penggantian minyak rem
• Efisiensi lebih baik: mendukung sistem regenerative braking secara optimal
Sebagai perbandingan sederhana, jika sistem lama seperti “rem mekanik berbasis cairan”, maka EMB lebih mirip “rem digital berbasis software”.
Dampak ke Industri Otomotif
Jika teknologi ini terbukti andal dalam penggunaan massal, EX7 bisa menjadi pelopor perubahan besar dalam industri otomotif. Sistem hidrolik yang sudah digunakan selama puluhan tahun berpotensi perlahan ditinggalkan, digantikan oleh sistem elektronik yang lebih efisien dan cerdas.

Dua Pilihan Powertrain: Fleksibel Sesuai Kebutuhan
Exeed EX7 tidak hanya fokus pada teknologi pengereman, tetapi juga menawarkan fleksibilitas dalam pilihan sumber tenaga. Model ini akan tersedia dalam dua varian utama:
1. Range-Extender Electric Vehicle (EREV)
Varian ini menggabungkan:
• Mesin bensin 1.5T
• Baterai sekitar 39 kWh
Hasilnya:
• Jarak tempuh listrik murni hingga 203 km
• Cocok untuk penggunaan harian tanpa sering mengisi bahan bakar
• Mesin bensin berfungsi sebagai generator tambahan saat baterai habis
Contoh penggunaan:
Pengguna di kota bisa berkendara full listrik, sementara perjalanan luar kota tetap aman karena ada dukungan mesin bensin.
2. Battery Electric Vehicle (BEV)
Untuk versi listrik murni:
• Kapasitas baterai sekitar 97,6 kWh
• Jarak tempuh mencapai 682–726 km
Ini menempatkan EX7 di level kompetitif dengan SUV listrik premium global lainnya.
Performa dan Konfigurasi Motor
EX7 juga menawarkan konfigurasi motor listrik yang cukup agresif:
• Sistem AWD (All-Wheel Drive)
• Kombinasi motor depan dan belakang
• Total tenaga mencapai 353 kW
Angka ini menunjukkan bahwa EX7 tidak hanya fokus pada efisiensi, tetapi juga performa.
Masa Depan Baterai: Menuju Teknologi Solid-State
Selain teknologi yang sudah ada, Chery juga menyiapkan roadmap pengembangan baterai ke depan. Salah satu fokusnya adalah penggunaan baterai solid-state.
Apa Keunggulan Solid-State?
Dibanding baterai lithium-ion konvensional:
• Kepadatan energi lebih tinggi (jarak tempuh lebih jauh)
• Pengisian lebih cepat
• Risiko overheating lebih rendah
Sebagai gambaran, beberapa pengembangan baterai bahkan menargetkan jarak tempuh hingga 1.000–1.500 km dalam satu kali pengisian di masa depan.
Kesimpulan: EX7 Berpotensi Jadi Game Changer
Dengan kombinasi:
• Teknologi pengereman revolusioner EMB
• Pilihan powertrain fleksibel (EREV & BEV)
• Dimensi besar dan positioning premium
• Pengembangan baterai masa depan
Exeed EX7 menjadi salah satu SUV listrik yang layak mendapat perhatian serius.
Jika implementasi sistem pengereman elektronik ini berjalan sesuai klaim, bukan tidak mungkin EX7 akan menjadi titik awal perubahan besar dalam evolusi teknologi rem di industri otomotif global.
Bukan hanya sekadar kendaraan baru, EX7 bisa menjadi simbol transisi menuju mobil yang lebih digital, efisien, dan cerdas di masa depan.
Chery resmi membuka tahap blind order untuk SUV premium terbarunya, Exeed EX7, yang diposisikan sebagai model global berbasis Exlantix ET. Langkah ini menjadi sinyal awal sebelum penjualan resmi dimulai di China pada pertengahan April 2026.
Melansir Carnewschina, EX7 langsung mencuri perhatian bukan hanya karena positioning sebagai SUV listrik kelas menengah-atas, tetapi juga membawa teknologi yang belum pernah diproduksi massal sebelumnya, yakni sistem pengereman elektronik penuh berbasis aviation-grade.
1. Blind order dibuka global, booking fee jadi strategi awal
Chery membuka pemesanan awal EX7 secara global dengan skema blind order, di mana konsumen cukup menyetor deposit sebesar 999 yuan atau Rp2,5 juta. Deposit ini nantinya bisa dikonversi menjadi potongan sebesar 2.999 yuan (Rp7,3 juta) saat pembelian resmi.
Strategi ini umum digunakan untuk mengukur minat pasar sebelum harga final diumumkan. Dalam kasus EX7, langkah ini juga memperlihatkan kepercayaan diri Chery terhadap daya tarik produknya di pasar global.
Model ini akan dipasarkan sebagai SUV lima penumpang di segmen premium, dengan dimensi besar dan jarak sumbu roda mencapai 3.000 mm.
Chery Siapkan Baterai Baru, Bisa Tempuh Jarak 1.500 km!2. Teknologi rem revolusioner, tanpa sistem hidrolik
Sorotan utama EX7 ada pada teknologi electronic-mechanical braking (EMB) yang diklaim sebagai sistem rem aviation-grade.
Sistem ini sepenuhnya menghilangkan komponen hidrolik konvensional dan menggantinya dengan aktuator elektrik di tiap roda. Artinya, input pedal rem langsung diterjemahkan menjadi sinyal elektronik tanpa perantara fluida.
Secara teknis, pendekatan ini menghadirkan respons cepat dan distribusi gaya pengereman lebih presisi dibanding sistem tradisional. Bahkan, EX7 disebut sebagai salah satu model produksi pertama yang membawa teknologi ini ke pasar massal.
Integrasi EMB juga membuka potensi efisiensi lebih tinggi dalam regenerative braking, sekaligus mengurangi kompleksitas mekanis yang selama ini jadi standar industri otomotif selama puluhan tahun.
3. Dua pilihan powertrain, fokus ke efisiensi dan jarak tempuh
Exeed EX7 akan hadir dalam dua konfigurasi, yaitu range-extender (EREV) dan full electric (BEV).
Untuk versi EREV, Chery mengombinasikan mesin 1.5T dengan baterai sekitar 39 kWh, menghasilkan jarak tempuh listrik murni hingga 203 km. Sementara itu, varian listrik penuh dibekali baterai sekitar 97,6 kWh dengan jarak tempuh mencapai 682–726 km.
Konfigurasi motor listriknya juga cukup agresif. Versi AWD menggabungkan motor depan dan belakang dengan total output hingga 353 kW, menempatkannya kompetitif di kelas SUV listrik premium.
Di sisi lain, Chery juga sudah menyiapkan roadmap teknologi baterai lebih lanjut, termasuk penggunaan baterai solid-state di masa depan untuk meningkatkan densitas energi dan efisiensi kendaraan.
Dengan kombinasi teknologi rem revolusioner, opsi powertrain fleksibel, dan positioning global, Exeed EX7 menjadi salah satu model yang patut diperhatikan di segmen SUV listrik premium.
Jika implementasi EMB berjalan sesuai klaim, mobil ini berpotensi menjadi titik balik dalam evolusi sistem pengereman di industri otomotif.


0 Comments:
Posting Komentar