StickyAd

Bahaya! Ini Penyebab Pedal Rem Mobil Terasa Dalam Saat Diinjak dan Solusinya

Bahaya! Ini Penyebab Pedal Rem Mobil Terasa Dalam Saat Diinjak dan Solusinya

Bahaya! Ini Penyebab Pedal Rem Mobil Terasa Dalam Saat Diinjak dan Solusinya

OtoHans - Pernahkah Anda sedang asyik mengemudi, namun saat akan mengurangi kecepatan, pedal rem terasa "ngelos" atau harus diinjak lebih dalam dari biasanya? Bagi sebagian besar pengemudi awam, kondisi ini tentu bisa memicu kepanikan.

Pedal rem yang terasa lebih dalam, atau sering disebut dengan istilah rem ambles, bukanlah hal yang bisa dianggap sepele. Ini adalah sinyal bahaya dari mobil Anda yang menandakan bahwa sistem pengereman sedang tidak bekerja dengan optimal. Jika dibiarkan berlarut-larut, risiko terburuknya adalah rem blong yang bisa berujung pada kecelakaan fatal.

Lalu, apa sebenarnya biang keladi dari masalah ini? Mari kita bedah satu per satu secara bahasa yang lebih mudah dipahami.

baca juga:

Mengapa Pedal Rem Bisa Terasa Lebih Dalam?

Secara umum, sistem pengereman mobil masa kini menggunakan cairan (minyak rem) untuk menyalurkan tekanan dari kaki Anda menuju roda. Ketika ada komponen yang bermasalah dalam sistem penyaluran ini, "rasa" pijakan pada pedal pasti akan berubah. Berikut adalah dua penyebab utamanya:

1. Kampas Rem yang Sudah Menipis (Aus)

Penyebab paling umum dan sering ditemui adalah kampas rem yang sudah habis atau aus. Sebagai ilustrasi, bayangkan kampas rem sebagai penghapus karet yang menjepit piringan cakram roda mobil Anda. Setiap kali Anda mengerem, "penghapus" ini akan sedikit demi sedikit terkikis karena gesekan.

Seiring berjalannya waktu pemakaian, kampas rem ini akan semakin tipis. Ketika kampas menipis, jarak antara kampas dan cakram roda menjadi lebih renggang. Akibatnya, kaliper (penjepit rem) membutuhkan waktu dan ruang lebih banyak untuk mendorong kampas agar menempel ke cakram. Inilah yang membuat kaki Anda harus menginjak pedal lebih dalam agar mobil bisa berhenti.

Hal ini senada dengan penjelasan dari para praktisi bengkel. “Kalau pedal rem kerasa dalam, biasanya kampasnya udah tipis atau ada udara masuk ke rem,” jelas Idlan Haris, pemilik toko spare part Mandiri Motor yang berlokasi di area Pasar Mobil Kemayoran.

2. Sistem Hidrolik "Masuk Angin" (Terdapat Udara di Saluran Rem)

Istilah "masuk angin" ternyata tidak hanya berlaku untuk manusia, tapi juga untuk sistem pengereman mobil Anda! Dalam bahasa teknis, ini terjadi ketika ada gelembung udara yang terperangkap di dalam saluran selang hidrolik atau minyak rem.

Bagaimana ini bisa terjadi dan apa efeknya? Minyak rem adalah cairan yang sifatnya tidak bisa dimampatkan (dikompres). Jadi, saat Anda menginjak pedal, tenaga dorongan itu 100% disalurkan langsung ke rem roda. Namun, udara memiliki sifat sebaliknya; ia sangat mudah dimampatkan.

Jika ada udara di dalam saluran rem, tekanan dari injakan kaki Anda tidak akan langsung mendorong kampas rem. Tekanan tersebut justru akan terbuang sia-sia untuk memampatkan gelembung udara tersebut terlebih dahulu. Efeknya, pedal rem akan terasa sangat empuk, membal seperti spons, dan harus diinjak jauh lebih dalam agar mobil merespon.

“Kalau ada angin di rem, tekanan dari pedal jadi nggak langsung ke rem,” tambah Idlan mempertegas bahayanya kondisi ini.

baca juga: 

  • Benarkah aki lebih cepat soak di daerah dingin?
  • Mengapa Mobil Anda "Menelan" Oli? Perspektif Teknis dari Ruang Mesin
  • 4 perbedaan oli gardan dan oli transmisi, jangan keliru! 
  • Kenapa oli mesin cepat menghitam, apakah tanda mesin bermasalah? 
  • 5 faktor yang bikin tarikan mobil terasa berat saat AC nyala 
  • Benarkah mengemudi tanpa menghidupkan AC bikin cepat lelah?
  • Macet Parah: Matikan Mesin Mobil, Solusi Hemat Bensin?
  • Panas Memicu Amarah Pengemudi    
  • Mengenal fungsi glasswool dan dampaknya terhadap performa kendaraan  
  • Jangan Sering Membanting Pintu Mobil! Ini 3 Alasan Kenapa Power Window Bisa Cepat Rusak   
  • Tanda-tanda Sistem Pengereman Membutuhkan Perawatan Segera

    Selain pedal yang terasa dalam, Anda juga bisa memperhatikan beberapa gejala lain yang menandakan spare part pengereman Anda perlu segera dicek atau diganti:

    ·         Terdengar Bunyi Berdecit: Jika terdengar bunyi decitan logam bergesekan saat mengerem, itu tandanya kampas rem sudah benar-benar habis dan besi pelatnya mulai menggores piringan cakram.

    ·         Volume Minyak Rem Turun Drastis: Coba buka kap mesin dan lihat tabung reservoir minyak rem. Jika permukaannya turun drastis dari batas normal, bisa jadi kampas sudah sangat tipis atau ada kebocoran pada selang rem.

    ·         Mobil Menarik ke Satu Sisi: Saat direm, setir terasa membuang ke kiri atau ke kanan secara otomatis.

    Jangan Kompromi Soal Rem!

    Mengingat fungsinya yang sangat vital untuk keselamatan nyawa di jalan raya, masalah pada pedal rem tidak boleh ditunda penanganannya. Pemeriksaan dan perawatan (maintenance) berkala adalah kunci utama. Selalu rutin mengecek ketebalan kampas rem, memastikan tidak ada kebocoran minyak rem, dan melakukan bleeding (proses membuang udara dari saluran rem) jika rem sudah mulai terasa tidak wajar. Jangan tunggu sampai rem benar-benar blong baru membawa mobil kesayangan Anda ke bengkel kepercayaan!

    About OtoHans

    OtoHans | Click. Fix. Drive. adalah blog otomotif yang menyajikan informasi terbaru seputar mobil, motor, teknologi kendaraan, tips perawatan, review produk, hingga tren industri otomotif terkini. OtoHans menyajikan tips otomotif, perawatan motor dan mobil, serta solusi masalah kendaraan harian untuk pecinta otomotif di Indonesia maupun mancanegara. Temukan ulasan lengkap tentang mobil terbaru, motor sport, modifikasi, suku cadang, serta panduan servis kendaraan agar tetap prima di jalan.

    0 Comments:

    Posting Komentar