StickyAd

Kenapa tidur di kendaraan tidak pernah nyenyak?

Kenapa tidur di kendaraan tidak pernah nyenyak?

Mengapa Tidur di Kendaraan Tidak Sebaik Tidur di Tempat Tidur

OtoHans - Perjalanan jauh sering kali membuat tubuh merasa lelah dan menginginkan kenyamanan tidur yang cepat. Bagi sebagian orang, tidur dalam kendaraan seperti mobil, bus, atau kereta bisa menjadi solusi untuk mengatasi rasa kantuk, terutama saat melakukan perjalanan malam hari. Namun, meskipun kita bisa memejamkan mata dan merasa terlelap, sering kali bangun tidur terasa kurang segar dan tubuh tetap merasa lelah. Kenapa hal ini bisa terjadi? Artikel ini akan membahas berbagai faktor yang memengaruhi kualitas tidur kita ketika berada dalam kendaraan.

Tidur di Kendaraan vs Tidur di Tempat Tidur

Secara teknis, tidur di kendaraan mungkin membuatmu merasa sedikit lebih segar, tetapi kualitas tidur yang didapatkan biasanya tidak optimal. Ini karena banyaknya faktor yang memengaruhi tubuh dan otak dalam mencapai tidur berkualitas. Penurunan kualitas tidur ini sebenarnya bisa dijelaskan oleh beberapa elemen penting yang berkaitan dengan lingkungan sekitar, posisi tubuh, serta respons alami otak.

1. Otak Masih Waspada di Lingkungan Baru

Salah satu alasan utama kenapa tidur di kendaraan terasa tidak nyenyak adalah karena otak kita tetap mempertahankan kewaspadaan, bahkan saat kita tertidur. Fenomena ini dikenal dengan istilah first-night effect, yang merujuk pada respons otak terhadap lingkungan yang baru dan tidak familiar.

Menurut penelitian, ketika kita tidur di lingkungan yang berbeda dari biasanya, otak akan tetap "terjaga" meskipun kita sedang tidur. Salah satu bagian otak akan lebih waspada terhadap kemungkinan bahaya, sementara bagian lainnya berfungsi untuk mengatur tidur. Ini adalah mekanisme perlindungan evolusioner yang membantu manusia tetap peka terhadap potensi ancaman, seperti suara atau gerakan yang tidak biasa. Dalam konteks perjalanan, kendaraan yang bergerak, suara mesin, serta orang-orang di sekitar kita bisa membuat otak tetap dalam kondisi waspada, sehingga tidur kita terasa lebih ringan dan mudah terbangun.

Misalnya, dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Masako Tamaki dan kolega, ditemukan bahwa meskipun seseorang tidur, bagian dari otak mereka tetap aktif, memproses rangsangan yang berasal dari lingkungan sekitar. Hal inilah yang menyebabkan kita merasa tidur yang kita dapatkan tidak begitu menyegarkan.

Kenapa tidur di kendaraan tidak pernah nyenyak?

2. Posisi Tubuh yang Tidak Ideal

Faktor kedua yang sangat memengaruhi kualitas tidur di kendaraan adalah posisi tubuh. Ketika tidur di kursi mobil, bus, atau kereta, posisi tubuh umumnya lebih tertekuk atau duduk tegak, yang jelas berbeda dari posisi tidur berbaring yang biasa kita lakukan di tempat tidur. Posisi ini tidak memberikan dukungan yang cukup untuk tubuh, terutama leher dan punggung.

Posisi tubuh yang tidak ideal dapat menyebabkan ketegangan otot, yang bisa memengaruhi kualitas tidur. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Yuan Zhang dkk. (2022), ditemukan bahwa posisi tidur yang tidak optimal bisa memengaruhi kualitas tidur seseorang. Selain itu, posisi tubuh yang canggung juga meningkatkan kemungkinan terbangun lebih sering selama tidur.

Misalnya, dalam perjalanan jauh menggunakan mobil, banyak orang yang merasa lehernya sakit atau punggungnya terasa pegal setelah tidur. Ini terjadi karena tubuh tidak memiliki dukungan yang cukup untuk menjaga postur tubuh tetap nyaman, berbeda dengan ketika tidur di tempat tidur yang empuk dan memiliki bantal untuk mendukung leher.

3. Getaran dan Kebisingan Kendaraan

Tidak hanya posisi tubuh, lingkungan tidur yang penuh dengan rangsangan sensorik juga menjadi faktor utama yang mengganggu tidur di kendaraan. Getaran kendaraan, suara mesin, percakapan penumpang, serta perubahan kecepatan kendaraan bisa memengaruhi kualitas tidur secara signifikan. Walaupun beberapa orang mungkin sudah terbiasa dengan suara dan getaran kendaraan, otak tetap memproses rangsangan tersebut saat kita tidur.

Penelitian yang dipublikasikan dalam The Lancet (2013) menunjukkan bahwa kebisingan dapat meningkatkan frekuensi micro-arousals, yaitu gangguan tidur yang sangat singkat namun cukup mengganggu. Meskipun gangguan ini tidak selalu kita sadari, tetapi cukup untuk menurunkan kualitas tidur dan menyebabkan kita merasa tidak segar ketika bangun.

Contohnya, saat tidur dalam perjalanan dengan mobil, suara klakson, percakapan di dalam kendaraan, atau suara mesin yang berisik bisa mengganggu tidur dan menyebabkan kita terbangun beberapa kali sepanjang perjalanan. Hal ini jelas berbeda jika kita tidur di lingkungan yang jauh lebih tenang dan stabil.

4. Gangguan pada Ritme Sirkadian

Ritme sirkadian adalah jam biologis tubuh yang mengatur siklus tidur dan terjaga. Biasanya, kita merasa mengantuk pada waktu-waktu tertentu dan terjaga di waktu lainnya berdasarkan ritme ini. Namun, dalam perjalanan jauh, terutama jika kamu tidur pada waktu yang tidak biasa atau di lingkungan dengan pencahayaan yang berubah-ubah, ritme sirkadian tubuh bisa terganggu.

Ketika kamu mencoba tidur di kendaraan, tubuhmu mungkin harus tidur pada waktu yang tidak sesuai dengan jadwal tidur normal, dan lingkungan yang berubah-ubah seperti cahaya yang masuk melalui jendela kendaraan juga dapat mengganggu kualitas tidur. Paparan cahaya yang terang atau perubahan pencahayaan selama perjalanan bisa membuat tubuh kesulitan untuk memasuki fase tidur yang dalam.

Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke, gangguan pada ritme sirkadian dapat memengaruhi kualitas tidur dan membuat kita merasa lebih lelah setelah bangun, meskipun kita tidur selama beberapa jam.

5. Kurangnya Fase Tidur Dalam (Deep Sleep)

Tidur yang berkualitas terdiri dari beberapa tahap, salah satunya adalah fase tidur dalam (deep sleep) dan fase REM (rapid eye movement). Kedua fase ini sangat penting untuk pemulihan tubuh dan peningkatan fungsi kognitif. Namun, penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor lingkungan, seperti kebisingan, gerakan kendaraan, dan gangguan lainnya, dapat mengurangi durasi tidur dalam.

Ketika kita tidur di kendaraan, gangguan-gangguan ini membuat tubuh kita sulit memasuki fase tidur dalam. Padahal, tidur dalam adalah fase yang paling penting untuk pemulihan tubuh dan otak. Jika fase ini terlewatkan atau terganggu, kita mungkin akan merasa lelah atau mengantuk meskipun telah tidur beberapa jam selama perjalanan.

Contoh yang sering terjadi adalah ketika seseorang tidur dalam perjalanan jauh, mereka mungkin terbangun beberapa kali tanpa sadar, yang menyebabkan fase tidur dalam terpotong. Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan pemulihan yang optimal dan kita tetap merasa lelah setelah bangun.

Tips Meningkatkan Kualitas Tidur Saat Perjalanan

Meskipun tidur di kendaraan cenderung kurang berkualitas dibandingkan tidur di tempat tidur, ada beberapa langkah yang bisa kamu coba untuk meningkatkan kualitas tidur selama perjalanan. Berikut beberapa tips yang dapat membantu:

1. Posisi Tubuh yang Lebih Nyaman

Jika memungkinkan, cobalah untuk menemukan posisi duduk yang lebih nyaman. Gunakan bantal atau penyangga leher untuk mendukung kepala dan leher agar tidak merasa pegal. Dalam beberapa kasus, ada kursi yang bisa disesuaikan untuk memberikan posisi tidur yang lebih rileks.

2. Minimalkan Gangguan Suara

Gunakan earphone atau penutup telinga untuk mengurangi kebisingan yang datang dari lingkungan sekitar. Suara kendaraan atau percakapan orang lain bisa mengganggu tidur, jadi penting untuk mencoba menciptakan suasana yang lebih tenang.

3. Gunakan Masker Mata

Menggunakan masker mata dapat membantu menghalangi cahaya yang mengganggu tidur, terutama jika perjalanan dilakukan pada siang hari atau dalam cahaya terang. Hal ini juga dapat membantu otak memasuki fase tidur yang lebih dalam.

4. Sesuaikan Jadwal Tidur

Jika kamu bisa mengatur waktu perjalanan, cobalah untuk tidur pada waktu yang lebih sesuai dengan ritme tubuhmu. Jangan memaksakan tidur di luar jam biologis tubuh agar tidak mengganggu ritme sirkadianmu.

5. Cobalah Relaksasi Sebelum Tidur

Sebelum tidur, lakukan beberapa latihan pernapasan atau teknik relaksasi untuk membantu tubuh dan pikiran lebih rileks, sehingga tidur lebih mudah didapatkan.

Kesimpulan

Tidur dalam kendaraan memang bisa membantu mengurangi rasa kantuk selama perjalanan panjang, tetapi kualitas tidur yang diperoleh seringkali tidak optimal. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kewaspadaan otak terhadap lingkungan baru, posisi tubuh yang kurang ideal, kebisingan dan getaran kendaraan, serta gangguan ritme sirkadian. Meskipun tidur di kendaraan tidak sebaik tidur di tempat tidur, dengan beberapa penyesuaian dan tips di atas, kualitas tidurmu selama perjalanan bisa sedikit meningkat.


Referensi

National Sleep Foundation. “Sleep Environment and Sleep Quality.” Diakses Maret 2026.

Masako Tamaki et al., “Night Watch in One Brain Hemisphere During Sleep Associated With the First-Night Effect in Humans,” Current Biology 26, no. 9 (April 30, 2016): 1190–94, https://doi.org/10.1016/j.cub.2016.02.063.

Yuan Zhang et al., “The Relationship Between Sleeping Position and Sleep Quality: A Flexible Sensor-Based Study,” Sensors 22, no. 16 (August 19, 2022): 6220, https://doi.org/10.3390/s22166220.

Basner, Mathias, Wolfgang Babisch, Adrian Davis, Mark Brink, Charlotte Clark, Sabine Janssen, and Stephen Stansfeld. “Auditory and Non-auditory Effects of Noise on Health.” The Lancet 383, no. 9925 (October 29, 2013): 1325–32. https://doi.org/10.1016/s0140-6736(13)61613-x.

National Institute of Neurological Disorders and Stroke. “Brain Basics: Understanding Sleep.” Diakses Maret 2026.

Institute Of Medicine. "Sleep Disorders and Sleep Deprivation, National Academies Press eBooks, 2006." https://doi.org/10.17226/11617.

About OtoHans

OtoHans | Click. Fix. Drive. adalah blog otomotif yang menyajikan informasi terbaru seputar mobil, motor, teknologi kendaraan, tips perawatan, review produk, hingga tren industri otomotif terkini. OtoHans menyajikan tips otomotif, perawatan motor dan mobil, serta solusi masalah kendaraan harian untuk pecinta otomotif di Indonesia maupun mancanegara. Temukan ulasan lengkap tentang mobil terbaru, motor sport, modifikasi, suku cadang, serta panduan servis kendaraan agar tetap prima di jalan.

0 Comments:

Posting Komentar